Benar memang, tak ada huruf atau angka yang menggambarkan nilai-nilai mutlak. Hanya saja, itu bukan patokan tentang kesempurnaan tindak tanduk diri. Pengalaman tak memberinya, nilai baku yang lazim digambarkan dalam dunia pendidikan formal. Tentang akan baik, sudah baik, maupun belum baik, akan terlihat dari perasaan diri sendiri dalam memahami pribadi.
Pandangan orang lain hanyalah prasangka. Bisa jadi lebih baik atau lebih buruk, namun tidak akan pernah sama. Tindak lanjut dari suatu prasangka adalah
menerima atau
menolaknya.
Meng-iya-kan atau
men-tidak-kan.
Pertimbangan ada ditengah-tengah keduanya.
"Dan, apakah nilai-nilai yang disimbolkan begitu pentingnya mengkastakan manusia dalam tingkatan-tingkatan penghormatan dan harga diri?"
0 Komentar