Langit merekah tertempa pancaran sinar surya siang.
Bagai kepulan asap, seperti kapuk yang empuk,
putih bergurat mengambang di atas kehidupan.
gelombang yang nampak, tak datar dan tanpa kepastian.
Hanya angin yang menggiring ke arah angin ingin pergi.
Mengambang di awang-awang, menemukan jalannya sendiri.
Sampai pada titik penghabisan turun ke ketinggian,
mengalir ke dasar dan kembali.
Awan.....
Nyatanya, awan pun butuh dorongan,
untuk menjadikannya sebuah kenyataan,
dari setiap perjalanan jauh nan panjang.
Awan.....
Nyatanya, awan pun berkumpul dengan akrabnya.
Terhentak dalam kegelapan, tersambar oleh setiap gemuruh.
Menjadi sebuah cita-cita yang akhirnya tersampaikan.
_Dorongan lembut sang angin untuk awan, hentakan keras gludug untuk awan_
-----------------
0 Komentar